Saya berencana melanjutkan
ke smk dengan jurusan tataboga atau kalau tidak saya ingin ke sma negeri biasa.
Tidak terpikirkan saya mau masuk ke sekolah berciri khas agama. Sudah 9 tahun
saya bersekolah di madrasah. Seiring berjalannya waktu pilihan untuk pergi ke
smk hilang, pilihan untuk ke sma negeri biasa juga hilang karena ayah saya
tidak mengizinkan saya untuk bersekolah ke sma negeri biasa. Ayah saya menginginkan
saya pergi ke MAN 1.
Saya keberatan dengan
keinginan ayah. Kenapa ke sekolah yang berciri khas agama lagi? Pertama saya
tidak mau, tetapi lama kelamaan karena teman saya selalu bercerita tentang MAN
1 dan sekolah MAN lainnya say ajadi mulai tertarik. Kemanapun kami bertemu saya
selalu menanyakan tentang MAN. Dia berencan aingin pergi ke MAN 3.
Hari diaman ujian nasional
akan diadakan semakin dekat. Sekolah mendatangkan motivator untuk memotivasi
kamu agar lebih semangat belajar. Saat acara motivasi kami disuruh untuk
menuliskan cita-cita dan harapan kita ke dalam selembar kertas yang telah
dibagi menjadi enam belas kotak. Saya menuliskan hal-hal yang saya pikirkan dan
yang saya ingin lakukan di masa mendatang.
Di salah satu kotak
tersebut saya menuliskan ingin sekolah ke MAN 1. Sesuai dengan intruksi kami
menyobek kertas dan tak ku sangka kertas yang bertuliskna MAN 1 juga ikut
tersobek. Kata kakak pembimbingnya jika ada tulisan yang kertasnya tersobek itu
berarti tidak akan tercapai apa ynag telah menjadi cita-cita dan harapan kita.
Saya sempat marah dan saya bergumam bahwa hal itu tak akan terjadi. Aku akan
tetap bias mencapai apa yang menjadi tujuanku itu.
Setelah beberapa lama pada
penghujung acara kami menuliskan kemana kami akan bersekolah nantinya. Saya
menuliskan MAN1 lalu kami menempelkan di dinding depan dekat dengan papan tulis
agar kami dapat melihatnya setiap saat.
Setelah ujina nasional
selesai dan hasilnya juga telah keluar saya sedikit kecewa tetpi juga bahagia.
Saya tetap ingin pergi ke MAN 1. Banyak orang bertanya kepada saya kemana saya
akan melanjutkan sekolah? Dan saya selalu menjawab MAN 1.
Banyak kejadian yang
membuat saya marah. Salah satunya saat saya berkumpul dengan teman teman saya
ada salah satu guru yang datang dan bertanya “disini ada yang mau masuk ke MAN
1 tapi tidak ketrima ya? Ayahnya bilang pada saya” aku merasa bahwa ucapan itu
ditujukan untuk saya. Saya menjawab perkataan ibu guru tadi “tidak! Saya malah
belum daftar ”
Ibu guru tadi langsung
pergi meninggalkan kami. Dari situ saya semakin ingin melanjutkan ke MAN 1.
Dan akhirnya saat
pendaftaran MAN 1 dibuka dan pengumumannya tertampang, nama saya ada. Saya
bahagia akhirnya saya bisa membuktikan pada mereka kalau saya bisa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar