Rabu, 26 Februari 2014

pAST Memory


Saat saya masuk ke kelas 9 saya mulai memikirkan kemana saya akan melanjutkan sekolah.
Saya berencana melanjutkan ke smk dengan jurusan tataboga atau kalau tidak saya ingin ke sma negeri biasa. Tidak terpikirkan saya mau masuk ke sekolah berciri khas agama. Sudah 9 tahun saya bersekolah di madrasah. Seiring berjalannya waktu pilihan untuk pergi ke smk hilang, pilihan untuk ke sma negeri biasa juga hilang karena ayah saya tidak mengizinkan saya untuk bersekolah ke sma negeri biasa. Ayah saya menginginkan saya pergi ke MAN 1.
Saya keberatan dengan keinginan ayah. Kenapa ke sekolah yang berciri khas agama lagi? Pertama saya tidak mau, tetapi lama kelamaan karena teman saya selalu bercerita tentang MAN 1 dan sekolah MAN lainnya say ajadi mulai tertarik. Kemanapun kami bertemu saya selalu menanyakan tentang MAN. Dia berencan aingin pergi ke MAN 3.
Hari diaman ujian nasional akan diadakan semakin dekat. Sekolah mendatangkan motivator untuk memotivasi kamu agar lebih semangat belajar. Saat acara motivasi kami disuruh untuk menuliskan cita-cita dan harapan kita ke dalam selembar kertas yang telah dibagi menjadi enam belas kotak. Saya menuliskan hal-hal yang saya pikirkan dan yang saya ingin lakukan di masa mendatang.
Di salah satu kotak tersebut saya menuliskan ingin sekolah ke MAN 1. Sesuai dengan intruksi kami menyobek kertas dan tak ku sangka kertas yang bertuliskna MAN 1 juga ikut tersobek. Kata kakak pembimbingnya jika ada tulisan yang kertasnya tersobek itu berarti tidak akan tercapai apa ynag telah menjadi cita-cita dan harapan kita. Saya sempat marah dan saya bergumam bahwa hal itu tak akan terjadi. Aku akan tetap bias mencapai apa yang menjadi tujuanku itu.
Setelah beberapa lama pada penghujung acara kami menuliskan kemana kami akan bersekolah nantinya. Saya menuliskan MAN1 lalu kami menempelkan di dinding depan dekat dengan papan tulis agar kami dapat melihatnya setiap saat.
Setelah ujina nasional selesai dan hasilnya juga telah keluar saya sedikit kecewa tetpi juga bahagia. Saya tetap ingin pergi ke MAN 1. Banyak orang bertanya kepada saya kemana saya akan melanjutkan sekolah? Dan saya selalu menjawab MAN 1.
Banyak kejadian yang membuat saya marah. Salah satunya saat saya berkumpul dengan teman teman saya ada salah satu guru yang datang dan bertanya “disini ada yang mau masuk ke MAN 1 tapi tidak ketrima ya? Ayahnya bilang pada saya” aku merasa bahwa ucapan itu ditujukan untuk saya. Saya menjawab perkataan ibu guru tadi “tidak! Saya malah belum daftar ”
Ibu guru tadi langsung pergi meninggalkan kami. Dari situ saya semakin ingin melanjutkan ke MAN 1.
Dan akhirnya saat pendaftaran MAN 1 dibuka dan pengumumannya tertampang, nama saya ada. Saya bahagia akhirnya saya bisa membuktikan pada mereka kalau saya bisa.
Dan teman saya akhirnya pergi ke MAN 3.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar